Rata-rata setiap user yang membuat
internet pasti akan melakukan download, baik itu secara disengaja atau pun
tidak sengaja. Dan, memang sistem kerja internet hanyalah untuk download dan
upload. Adapun kegiatan lainnya yang dikenal dengan nama browsing, chating,
streaming dan lainnya hanya dibuat lebih spesifik saja. Semua yang Anda buka
pada saat browsing di Google, mengharuskan Anda mendownload semua konten yang
tersimpan pada mesin pencarian Google tersebut. Anda membuka website pun
tentunya merupakan proses download juga, makanya beberapa website biasanya ada
yang lambat untuk terbuka, karena konten di dalamnya berupa gambar atau video
yang memiliki resolusi besar, dan admin website tidak melakukan maintenance
dengan baik pada konten-konten tersebut.
Streaming musik atau video juga merupakan
proses download, makanya Anda biasa mengalami buffering yang merupakan proses
download video tersebut. Hanya saja, proses download yang terjadi tersebut
secara tidak langsung atau tidak diketahui oleh user. Semua hasil download
tersebut akan tersimpan pada komputer Anda tentunya dalam bentuk file temporary
internet. Lokali tersebut biasanya ada pada folder
“C:\Users\namauser\AppData\Local\Temp” untuk pengguna sistem operasi Windows.
Tapi, tidak semua konten dalam website akan tersimpan pada komputer Anda dan
menjadi file temporary internet. Ada juga beberapa website yang sudah dilakukan
maintenance dengan baik hanya menyimpan temporary internetnya pada saat
situsnya terbuka. Setelah situs tersebut tertutup maka temporary file internet
dari situs tersebut pun akan hilang.
Berbicara masalah
download ini, pasti beberapa dari pembaca sering mengalami masalah pada saat
mendownload. Masalah tersebut adalah kecepatan download yang lambat atau tidak
pernah maksimal seperti yang ditawarkan oleh para ISP (Internet Service
Provider). Nah, inilah yang perlu diketahui oleh para masyarakat mengenai
tawaran bandwith dari ISP. Untuk perhitungan bandwith download internet dari
ISP tersebut bisa Anda lihat pada artikel Saya sebelumnya yang berjudul “Cara menghitung
kecepatan bandwith internet”. Nah, jika Anda sudah memahami perhitungan tersebut,
tentunya Anda sudah bisa menghitung sendiri berapa kebutuhan kecepatan internet
yang cocok atau stabil untuk Anda. Kalau Saya sendiri sih, pastinya
mengharapkan yang paling cepat, minimal seperti kecepatan pada saat melakukan
proses meng-copy data dari komputer ke flashdisk.
Tapi, selain kecepatan dari ISP masih ada
juga masalah lainnya yang bisa membuat kecepatan internet Anda menjadi lambat
pada saat mendownload. Apa saja penyebabnya tersebut? Bisa Anda simak di bawah
ini :
- Adanya Gangguan Pada Kualitas Sinyal
ISP memang menjanjikan kecepatan yang saat
ini sudah ada yang mencapai 50 Mbps. Namun, kecepatan tersebut memang tidak
akan murni Anda dapatkan. Karena, ISP seperti itu biasanya menggunakan
teknologi WiFi atau kartu SIM yang tentunya sangat rentan terhadap gangguan sinyal.
Jika, tempat cukup jauh dari pemancar atau lebih dikenal dengan nama BTS dari
ISP, maka sinyal yang Anda dapatkan pasti cukup kecil.
- Gangguan Dari Keadaan Cuaca
Gangguan yang biasa menghalangi kecepatan
download internet juga bisa disebabkan oleh cuaca. Kondisi cuaca yang bisa
mempengaruhi koneksi internet seperti badai (angin kencang yang disertai hujan
deras).
- ISP (Internet Service Provider) Gangguan
Yang ketiga ini adalah penyebab yang utama
dari lambatnya kecepatan internet Anda. Karena, memang di sini ISP memegang
peranan yang sangat penting dalam menyediakan bandwith internet untuk usernya.
Jadi, jika ada masalah pada ISP sendiri maka dampaknya akan berimbas kepada
para penggunanya.
- Settingan Komputer
Untuk yang terakhir juga bisa menjadi
penyebab dari lambat kecepatan internet yang Anda miliki. Ini dikarenakan Anda
mungkin belum melakukan settingan untuk memaksimalkan kecepatan internet di
komputer Anda.
Biasanya para pengguna komputer akan
menggunakan software tambahan khusus dalam mempercepat downloadnya seperti
Internet Download Manager (IDM). Hanya saja software tersebut biasanya
membutuhkan lisensi berbayar alias tidak gratis. Walaupun memang ada beberapa tips untuk
mengatasi IDM Fake serial number, akan tetapi itu tidak akan bertahan
lama. Karena, IDM biasanya juga mengalami update sesuai dengan update dari
browser yang Anda gunakan.
Kecepatan download internet pada komputer
sebenarnya bisa Anda upgrade pada batas maksimalnya walaupun tanpa harus
menggunakan software tambahan seperti IDM tersebut. Caranya adalah dengan
melakukan sedikit settingan pada sistem operasi Windows Anda. Nah, di bawah ini
ada 3 tips dalam melakukan setting tersebut yang bisa Anda lakukan pada
komputer Anda.
1. Setting bandwith
internet komputer
– Langkah pertama yang harus Anda lakukan
adalah dengan membuka menu RUN dengan cara menekan tombol logo Windows + R pada
keyboard Anda.
– Pada kolom RUN tersebut Anda ketikkan
perintah ‘gpedit.msc’, lalu tekan tombol enter.
–
Akan terbuka jendela baru yang bernama Local Group Policy Editor. Anda cukup
mengklik pada folder Computer Configuration > Administrative Tempaltes >
Network > QOS Packet Scheduler.
–
Akan terbuka jendela baru yang bernama Local Group Policy Editor. Anda cukup
mengklik pada folder Computer Configuration > Administrative Tempaltes >
Network > QOS Packet Scheduler.
– Di dalam menu tersebut Anda lihat pada
panel kanan yang bertuliskan opsi ‘Limit Reservable Bandwith Properties’,
Klik 2 kali pada opsi tersebut lalu ubah ke ‘Enable’ kemudian ubah ‘Bandwith
limit’ ke ‘0%’.

– Setelah itu Anda klik Apply dan OK. Kemudian
tutup semua pekerjaan Anda, dan restart komputer Anda.
2. Setting buffering
Windows
– Masih sama seperti pada cara pertama di
atas Anda juga harus membuka lagi menu RUN. Lalu pada kolom RUN tersebut Anda
ketikkan perintah “system.ini” dan tekan enter.

– Akan terbuka jendela notepad yang
berisikan beberapa baris kode sistem. Yang perlu Anda lakukan adalah tidak
mengganggu kode yang sudah ada. Anda cukup melakukan penambahan saja pada baris
terakhir beberapa kode “Page buffer=100000kbps load=100000kbps
download=100000kbps save=100000kbps back=100000kbps”.

– Simpan file tersebut, lalu tutup filenya
dan restart kembali komputer Anda.
3. Setting DNS
komputer
– Untuk cara ketiga ini pasti sudah banyak
yang mengetahui, karena cara ini memang paling sering dilakukan. Bahkan cara
ini cukup populer jika Anda ingin membuka sebuah
situs yang terblokir internet positif. Cara ini adalah dengan menggunakan
setting IP DNS melalui Control Panel > Network Connection.
– Klik kanan pada Local Area Connection,
kemudian pilih Properties. Jika, jaringan Anda menggunakan WiFi maka pilih
Wireless Network Connection > Properties.
– Klik pada tab Internet Protocol (TCP/IP)
> Properties. Pada bagian bawah Use Following DNS Server, Anda masukkan IP
208.67.222.222 pada Preferred DNS Server, dan 208.67.220.220 pada Alternate DNS
Server.

– Jika telah selesai, Anda klik Apply dan
OK.
Nah, dengan melakukan ketiga cara di atas
maka kecepatan internet yang Anda miliki akan mencapai batas maksimal sesuai
dengan yang ditawarkan dari ISP Anda. Tapi, semua itu kembali lagi pada
penyebab internet menjadi lambat yang telah Saya tuliskan pula di atas. Selamat
mencoba.